Jumat, 16 April 2021

Proses dan Teknik Desain Grafis



Proses Desain Grafis

Secara umum proses desain grafis dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.       Konsep Adalah hasil berupa pemikiran yang menentukan tujuan – tujuan, kelayakan dan segment/ audience yang dituju. Konsep bisa didapatkan dari pihak non-grafis. Antara lain : Ekonomi, Politik, Hukum, Budaya dll. yang ingin menerjemahkan ke dalam bentuk visual. Oleh karena itu desain grafis menjadi desain komunikasi visual karena dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visual.

 

2.       Media Untuk mencapai kriteria ke sasaran / segment yang dituju, diperlukan studi kelayakan media yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media berupa cetak, elektronik, luar ruang.

 

3.    Ide / Gagasan Untuk mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, literatur, wawasan yang luas, diskusi, wawancara, dll agar design bisa efektif diterima audience dan membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan. Kadang untuk mendapat ide, diperlukan suatu ke’gila’an, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan membenturkan / membuat suatu hal yang konflik / paradoks.

 

4.     Persiapan Data Data berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilih dan seleksi. Apakah data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga bisa ditampilkan lebih kecil, samar atau dibuang sama sekali. Data bisa berupa data Informatif atau data Estetis. Data informatif bisa berupa foto atau teks dan judul. Data Estetis bisa berupa bingkai, background, efek grafis garis atau bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data harus dalam formal digital / file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk merubah data analog ke digital seperti scanner, Camera Digital akan sangat membantu. Tugas Desaier adalah menggabungkan data informatif dan data estetis menjadi satu kesatuan yang utuh. Tujuan desain grafis adalah untuk mengkomunikasikan karya secara visual, oleh karena itu jangan sampai estetika mengorbankan pesan / informasi.

 

5.       Visualisasi Faktor yang membuat desain menadi menarik secara visual, antara lain :

A.    Pemilihan Warna Setelah data kita sortir dengan skala prioritas, kini Anda dapat menentukan warna yang cocok untuk karya Anda. Pemilihan warna dapat ditentukan dari konsep analisa dan strategi yang telah ditentukan sebelumnya. Jika konsep warna sudah Anda dapatkan dari proses analisa dan strategi, tentu pekerjaan Anda akan lebih mudah dan terarah. Tetapi bagaimana jika Anda sama sekali tidak mempunyai kriteria atau batasan tentang warna?

Berikut adalah beberapa tips dari pemilihan warna :

1.     Segment usia berapa karya Anda akan ditampilkan? Bila usia ABG, pemakaian warna cerah akan cocok. Jika usia lanjut Anda hanya bisa menggunakan warna hitam putih saja atau grayscale.

2.     Terlebih dahulu tentukan warna background, apakah berwarna gelap, terang atau sedang, setelah itu Anda dapat tentukan warna yang cocok dengan warna background.

3.     Ambil warna dari warna data yang paling dominan. Jika data gambar yang lebih banyak berwarna alam (hijau dan coklat), Anda dapat mengambil dari unsur warna tersebut.

B.  Layout Layout adalah usaha untuk menyusun, menata unsur – unsur grafis (teks dan gambar) menjadi media komunikasi yang efektif. Jika data / unsur grafis dan warna yang akan dipakai telah dipastikan sebelumnya, maka selanjutnya kita dapat melakukan proses tata letak / layout.

Namun pekerjaan layout ini memerlukan kaidah-kaidah yang perlu diketahui seperti : Proporsi, Keseimbangan, Irama, Kesatuan, Fokus dan Kontras. Kadang – kadang kita sulit untuk memenuhi semua kaidah tersebut ke dalam desain. Lebih mudah jika kita fokus pada salah satu kaidah tersebut dan kompromi dengan kaidah lainnya.

C.  Finishing Informasi dan data estetis telah tersusun rapi, namun tetap masih kurang “wah” atau kurang megah. Sama seperti bangunan, meskipun denahnya yang sesuai dengan rencana, bentuknya unik tapi jika tidak ada keramik, batu alam, tanaman, teralis atau pagar, maka bangunan terasa belum selesai / belum difinishing. Bagitu pula Desain Grafis, agar tampilan lebih megah dan mewah perlu penambahan detail berupa textur, efek, cahaya dan bentuk – bentuk harmonis. Dalam hal efek, software ang baik digunakan adalah Adobe Photoshop dan Adobe After Effectc bahkan3DStudioMax.

 

6.       Produksi Setelah desain selesai, maka sebaiknya desain terlebih dahulu di proofing (Print Preview Sebelum Cetak Mesin). Jika warna dan komponen grafis lain tidak ada kesalahan, maka desain Anda siap diperbanyak.

 

 

TEKNIK DESAIN GRAFIS

Dunia desain grafis tak kunjung hentinya menunjukan eksistensi di dunia maya maupun nyata. Untuk tetap memegang eksistensinya, desain grafis sangat update dalam hal teknik maupun softwarenya demi mengikuti perkembanyak jaman.

Mungkin beberapa dari anda yang sudah banyak bergelut di dunia desain grafis sudah banyak mengetahui teknik yang akan saya bahas kali ini, mungkin juga ada yang belum. Nah maka dari itu, pada kesempatan kali ini Saya akan membahas mengenai macam-macam teknik desain grafis. Mari kita simak pembahasan dibawah ini.

1. WPAP (Wedha Pop Art Potrait)

WPAP adalah salah satu tehnik paling populer di indonesia, tehnik ini pertamakali dikenalkan oleh bpk weda abdul rasyid pada tahun 1990, dan beliau sekaligus ditunjuk sebagai bapak ilustrator indonesia. Ciri-ciri dalam pembuatan wpap ini bisa diketahui dari cara tracing tidak ada curva (garis lengkung) serta memadukan warna-warna yang dianggap ukuran gelap terangnya sama dengan gambar aslinya.

 

2. Scribble Art

Dari segi namanya scrible yang artinya tulisan ceker ayam, ya bisa ditebak karya atau desain yang dihasilkan adalah coretan yang hamburadul, meskipun begitu desain yang satu ini justru terlihat indah dengan menunjukan ketidakrapianya. Teknik scrible art biasa menggunakan pen tool sebagai alatnya dan seperti halnya wpap teknik ini juga memerlukan kejelian antara gelap dan terang.

 

3. Flat Design

Flat yang berarti datar, desain yang satu ini sekarang menunjukan eksistensinya didunia desian grafis, dengan gayanya yang simple flat desain banyak digunakan pada produc-produc terkenal. Ciri dari flat desain yakni menhilangkan segala effec seperti gradasi, bayangan, glossi dan lain-lain sehingga terjadi bentuk flat (datar) simple dan perpaduan warna yang enka untuk dipandang.

 

4. Typography 

Typografi merupakan seni memilih dan menata huruf atau jenis huruf sehingga menciptakan kesan tertentu. Typografi sangat penting didunia desain grafis karena dengan mengenal typografi seorang desainer mampu mengungkapkan hasil pemikiranya lewat sebuat text. Namun typografi tak hanya digunakan dengan fungsi penyampaian saja, tetapi juga ada yang menggunakan sebagai seni.

 

5. Vintage Design 

 

Vintage design dilihat dari segi maknanya yaitu tahun tempo, seni ini menonjolkan desain zaman tempo dulu dan warna yang lebih kalem, dengan pemilihan font yang agak jadul. Namun dengan perkembangannya vintage desain ini lambat laun berubah mengikuti tren, pemilihan fonya pun tak sedikit yang menggunakan font modern. 


6. Vektor

Istilah vector sebenarnya adalah jenis gambar yang dihasilkan oleh software grafis seperti corelDraw, adobe ilustrator dlsb. namun istilah vector ini digunakan sebagai tehnik mengartunkan sebuah objek seperti wajah, benda, ataupun hewan. Lalu apa vixel itu? istilah vixel sebenarnya diambil dari kata vector tapi gambar yang dihasilkan berbasis bitmap pada umumnya dihasilkan oleh sebuah program seperti photoshop.

 

7. Low Poly

Low poly merupakan polygonal pada desain 3d yang menjadi beberapa poligonal kecil. Jika dilihat lebih detail low poly art ini kumpulan dari beberapa flat yang saling menyatu sehingga menghasilkan kesan benda yang dimaksud.

 

 

 

Konsep Pemecahan Masalah Desain Grafis

1.       Desain sebagai pemecahan masalah Bagian penting dari proses desain berkaitan dengan mengatasi kreatif, praktis atau ekonomi hambatan. Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sering, masalahnya itu adalah sulit bagi kita namun ada suatu perasaan bahwa sesuatu yang kita kerjakan akan tidak beres dengan desain. Pemecahan masalah melibatkan bekerja melalui berbagai elemen desain dan tidak hanya membuat asumsi seperti apa masalahnya.

 

2.       Makro dan mikro masalah Masalah makro adalah mereka yang mempengaruhi gambaran besar, seperti strategi produk secara keseluruhan. Di sisi lain, Masalah mikro lebih kecil dalam skala dan mempengaruhi spesifik elemen dalam strategi. Masalah yang berbeda membutuhkan solusi yang berbeda dengan berbagai keterampilan set diperlukan. Bagaimana untuk menghasilkan sebuah buku yang rumit tampilan nya dalam batas tertentu atau jumlah halaman tertentu merupakan latihan yang berbeda dari menciptakan sebuah karya baru, meskipun keduanya dilakukan oleh desain disiplin. Desain merupakan salah satu unsur makro gambar dan merupakan fungsi yang duduk di samping produk pengembangan, periklanan, pemasaran, hubungan masyarakat, produksi dan distribusi. Beberapa klien mungkin berpikir desain yang dapat memecahkan setiap masalah, namun pada akhirnya, desain tidak bisa memperbaiki apa yang pada dasarnya bukan merupakan masalah desain.

 

3.      Pertanyaan bukan jawaban Seringkali, masalah desain bukan apa yang kita pikirkan pada awalnya dan itu seringkali ide yang baik untuk mulai dengan mempertanyakan masalahnya. Jadi mudah untuk menganggap bahwa desain adalah jawaban untuk memecahkan Masalahnya, namun hal ini mungkin berarti bahwa sebuah pertanyaannya sudah ditanyakan dan ketika gilirannya menjawab. Dalam kasus iklan, mungkin ada beberapa cara untuk meningkatkan penjualan produk. Salah satunya adalah untuk mendesain ulang gambar yang visual atau iklan, tapi ini bukan satu-satunya cara. Masalah sebenarnya mungkin bahwa produk tidak memenuhi persyaratan target penonton dan malah mungkin memerlukan reposisi dalam pasar daripada mendesain ulang. Karena ada lebih dari satu solusi untuk masalah, ada juga seringkali lebih dari satu pertanyaan yang perlu ditanyakan. Ini mungkin terjadi bahwa seorang klien yang terlibat suatu desainer untuk memecahkan masalah tidak mungkin telah meminta sendiri pertanyaan yang tepat untuk memulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar